SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

3 Polisi Mesir Tewas Diserang Kelompok Bersenjata

Bagikan:

AshefaNews, Jakarta – Tiga polisi Mesir tewas dan empat lainnya terluka pada Jumat (30/12) usai diserang di kota Terusan Suez, Ismailia. Penyerang menggunakan dua mobil mendekati sebuah pos pemeriksaan di lingkungan perumahan kota. 

Dilansir dari AFP, dua penyerang bersenjata melepaskan tembakan ke arah polisi, kata sumber keamanan. Polisi membalas serangan itu dengan membunuh salah satu penyerang dan sisanya melarikan diri. 

Seorang sumber mengatakan serangan itu kemungkinan merupakan aksi teroris. Insiden itu sebagai yang pertama dari jenisnya dalam hampir tiga tahun di daratan Mesir. 

Dalam beberapa tahun terakhir, serangan terhadap pasukan keamanan terkonsentrasi di Sinai yang bergolak. Itu menjadi tempat para jihadis yang berafiliasi dengan kelompok Negara Islam terus beroperasi. 

Sebelas tentara tewas pada 7 Mei dalam serangan di Sinai barat. Beberapa hari kemudian, lima tentara lainnya dan tujuh jihadis tewas saat tentara diserang di semenanjung. 

Mesir telah memerangi pemberontakan yang meningkat setelah tentara menggulingkan presiden Islamis Mohammed Morsi pada 2013. Pada Februari 2018, pasukan keamanan meluncurkan kampanye luas untuk membasmi anggota kelompok jihadis di Sinai dan di tempat lain. 

Lebih dari 1.000 jihadis dilaporkan telah dibunuh oleh militer selama kampanye tersebut, meskipun angka tersebut sulit untuk diverifikasi di tengah pemadaman media di semenanjung tersebut. 

Pada Mei 2019, sebuah serangan di dekat piramida Giza Mesir melukai 17 orang, banyak dari mereka adalah turis asing. Kemudian pada Agustus tahun itu, 20 orang tewas ketika sebuah mobil berisi bahan peledak menabrak dua kendaraan lain di Kairo. 

Ismailia adalah salah satu kota utama yang menghadap ke Terusan Suez Mesir, jalur air penting antara Asia dan Eropa yang menjadi jalur bagi sekitar 10% perdagangan maritim dunia. Kanal tersebut merupakan sumber utama mata uang asing bagi Mesir, yang berjuang dengan mata uang yang menurun dan inflasi yang meningkat.

(GE – Yana)

Scroll to Top