pilihan alat kontrasepsi setelah melahirkan

Bagikan:

AShefaNews – Setelah seorang wanita melahirkan, ia memiliki beberapa pilihan alat kontrasepsi yang tersedia untuk dipilih. Pada umumnya yang paling popular adalah penggunaan pil perancang kelahiran, tetapi ia juga boleh mencari suntikan, implan, atau IUD (Intrauterine Device). Wanita juga boleh memilih untuk tidak menggunakan apa-apa alat kontrasepsi sama sekali.

Apa itu kontrasepsi?

Kontrasepsi adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Kontrasepsi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom atau pil KB, atau dengan melakukan operasi tubektomi atau vasektomi.

Jenis-jenis kontrasepsi

Setelah melahirkan, ada beberapa opsi alat kontrasepsi yang dapat Anda pilih. Kondom adalah opsi yang paling umum dan efektif, tetapi juga ada pil, suntikan, implant, IUD, dan lainnya. Kondom menurunkan risiko terjadinya kehamilan sebesar 98%, sedangkan IUD sebesar 99%.

Alat kontrasepsi yang dapat Anda gunakan setelah melahirkan adalah:

– Kondom

– Pil KB

– Suntikan KB

– Implant KB

– IUD

Kelebihan dan kekurangan dari setiap kontrasepsi

Alat kontrasepsi adalah sebuah cara yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Ada berbagai jenis alat kontrasepsi, dan setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan tertentu. Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang paling umum digunakan. Kondom efektif dalam mencegah terjadinya kehamilan, namun tidak sepenuhnya menjamin. Pil KB merupakan salah satu pil yang populer dan banyak digunakan wanita. Pil KB dapat mengurangi risiko terjadinya kehamilan, namun beberapa efek sampingnya seperti perubahan mood dan rasa sakit punggung dapat dialami oleh sebagian wanita. IUD (Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsisetelah Melahirkan Saluran Telur Merupakan alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rongga uterus (rahim), IUD aman digunakan bagi wanita post partum namun harus dibersihkan secara rutin agar tidak terjadi infeksi.

Alternatif kontrasepsi selain pil KB

Pilihan alat kontrasepsi yang tersedia bagi wanita setelah melahirkan sangat beragam. Salah satu pilihan yang umum digunakan adalah pil KB atau kontrasepsi hormonal, namun sebenarnya masih ada banyak pilihan lain yang dapat Anda gunakan.

Untuk wanita yang tidak ingin menggunakan pil KB, ada beberapa alternatif kontrasepsi lainnya yang dapat dipilih, seperti:

1. Kondom

Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang paling efektif dan aman. Anda dapat dengan mudah mendapatkannya di apotek atau toko obat, dan cukup mudah untuk digunakan. Kondom juga dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit menular seksual (PMS), sehingga cocok untuk digunakan oleh pasangan yang sering berhubungan seksual dengan orang lain.

2. IUD (Intra-Uterine Device/Spiral)

IUD adalah alat kontrasepsi yang digunakan secara internal dan ditempatkan di dalam rahim oleh dokter. IUD akan terus berfungsi selama 3-5 tahun, sehingga cocok bagi wanita yang tidak ingin sering mengganti alat kontrasepsi. Namun, IUD juga dapat menyebabkan perdarahan tidak teratur dan nyeri pada beberapa wanita, sehingga sebelum menggunakannya sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

3. Implan (Sub dermal Implant)

Implan adalah alat kontrasepsi yang berupa batang kecil yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui incisi pada pergelangan tangan. Batang ini akan memberikan hormon progesteron secara bertahap selama 3-5 tahun, sehingga dapat mencegah kehamilan. Namun, implan juga dapat menyebabkan perdarahan tidak teratur dan nyeri pada beberapa wanita. Sebelum menggunakannya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

4. Suntikan Kontrasepsi

Suntikan kontrasepsi atau yang sering disebut dengan Depo-Provera adalah alat kontrasepsi yang berupa suntikan yang memberikan hormon progesteron secara bertahap selama 3-6 bulan. Suntikan ini relatif aman digunakan, namun dapat menyebabkan perdarahan tidak teratur dan nyeri pada beberapa wanita. Sebelum menggunakannya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

5. Alat KB MOW (Method Of contraception with Ovulation)

Alat KB MOW adalah alat kontrasepsi yang berupa gelas kaca atau plastik yang dimasukkan ke vagina sebelum berhubungan seksual. Gelas ini akan mencegah sperma masuk ke dalam rahim dan sehingga dapat mencegah kehamilan. Alat ini cukup efektif digunakan, namun tidak dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit menular seksual (PMS).

Bagaimana cara kerja kontrasepsi?

Kontrasepsi adalah cara untuk menghentikan atau membatasi kehamilan. Ada banyak jenis kontrasepsi, dan yang paling umum digunakan adalah pil kontrasepsi, suntikan kontrasepsi, implan subdermal, dan IUD (Intrauterine Device). Pil kontrasepsi bekerja dengan cara mengatur hormon sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan telur. Suntikan kontrasepsi berfungsi secara mirip dengan pil kontrasepsi, yaitu dengan mengatur hormon sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan telur. Implan subdermal adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke bawah kulit di lengan atau bagian belakang tangan oleh dokter. IUD adalah alat yang dimasukkan ke dalam rahim oleh dokter dan mencegah fertilisasi.

Kapan kontrasepsi harus digunakan?

Kontrasepsi harus digunakan sebelum atau selama hubungan seksual untuk mencegah kehamilan.

Efek samping dari menggunakan kontrasepsi

Efek samping dari menggunakan kontrasepsi adalah sebagai berikut:

– Mood swings

– Tekanan darah tinggi

– Rasa sakit pada payudara

– Gangguan haid

– Nafsu makan yang berkurang atau tidak ada sama sekali

– Kelelahan

– Depresi

Alat Kontrasepsi yang Tersedia

Ketika Anda siap untuk mulai kembali berhubungan seksual setelah melahirkan, maka Anda juga harus memikirkan tentang alat kontrasepsi yang tersedia. Kondisi tubuh Anda mungkin berbeda dari sebelumnya, jadi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih alat kontrasepsi.

Alat kontrasepsi hormon adalah opsi yang paling umum bagi wanita setelah melahirkan. Obat ini mengandung hormon progesteron dan estrogen yang akan mengurangi produksi lendir serviks dan membuatnya lebih tebal, sehingga lebih sulit bagi sperma untuk masuk ke rahim. Alat kontrasepsi hormon juga dapat menurunkan nafsu makan sehingga dapat membantu Anda menjaga berat badan ideal.

Androgen adalah obat lain yang dapat Anda gunakan setelah melahirkan. Obat ini bekerja dengan cara yang sama dengan alat kontrasepsi hormon, yaitu mengurangi produksi lendir serviks dan membuatnya lebih tebal, sehingga lebih sulit bagi sperma untuk masuk ke rahim. Obat ini juga dapat menurunkan sel-sel rambut testis sehingga dapat membantu Anda mendapatkan kulit yang lebih putih bersih.

Alat kontrasepsi non-hormonal adalah obat lain yang tersedia bagi wanita setelah melahirkan. Obat ini bekerja dengan cara yang sama dengan alat kontrasepsi hormon, yaitu mengurangi produksi lendir serviks dan membuatnya lebih tebal, sehingga lebih sulit bagi sperma untuk masuk ke rahim. Obat ini juga dapat menurunkan nafsu makan sehingga dapat membantu Anda menjaga berat badan ideal.

Alat kontrasepsi mekanis adalah opsi lain yang dapat Anda gunakan setelah melahirkan. Obat ini bekerja dengan cara yang sama dengan alat kontrasepsi hormon, yaitu mengurangi produksi lendir serviks dan membuatnya lebih tebal, sehingga lebih sulit bagi sperma untuk masuk ke rahim. Obat ini juga dapat menurunkan nafsu makan sehingga dapat membantu Anda menjaga berat badan ideal.

Perawatan Kesehatan Reproduksi Wanita

Setelah melahirkan, ada beberapa perawatan kesehatan reproduksi wanita yang dapat Anda gunakan untuk menjaga kesehatan tubuh Anda. Jika Anda memiliki masalah dengan haid, maka Anda dapat menggunakan obat penghambat ovulasi seperti Clomid atau Provera. Obat-obatan ini akan mengurangi produksi hormon estrogen sehingga dapat mengurangi nyeri dan pembekuan darah saat haid.

Jika Anda ingin mendapatkan kontrasepsi, maka Anda juga dapat mencoba alat kontrasepsi non-hormonal seperti IUD (intrauterine device) atau spiral. IUD adalah alat yang dimasukkan ke rahim oleh dokter, sedangkan spiral adalah alat yang dimasukkan ke vagina. Kedua alat ini dapat menghalangi sperma masuk ke rahim sehingga dapat mencegah kehamilan.

Anda juga harus menjaga kesehatan tubuh Anda dengan pola makan sehat dan olahraga teratur. Olahraga dapat membantu Anda mengurangi stres, meningkatkan stamina, dan menjaga berat badan ideal. Makanan sehat dapat membantu Anda mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk tubuh Anda, sehingga Anda akan terhindar dari masalah kesehatan seperti anemia atau obesitas.

Penggunaan Alat Kontrasepsi

Depilasi adalah salah satu alternatif yang dapat Anda gunakan sebagai alat kontrasepsi setelah melahirkan. Sementara itu, jika Anda ingin menggunakan metode suntik, maka saya sarankan untuk menggunakan Depo Provera. Metode suntik ini dapat memberikan efek yang lebih baik daripada pil KB.

Kesimpulan

Setelah seorang wanita melahirkan, ia memiliki beberapa pilihan untuk alat kontrasepsi. Ia dapat memilih untuk menggunakan pil KB atau IUD. Pil KB adalah cara yang paling umum untuk kontrasepsi setelah melahirkan, tetapi IUD juga dapat digunakan.

Wanita yang ingin menggunakan IUD harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum menginstal alat.

Wanita yang menyusui harus berhati-hati dalam memilih pil KB karena beberapa jenis dapat memberikan efek samping berbahaya pada bayi.

Anda juga dapat membaca artikel ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang obat kontrasepsi setelah melahirkan.

(ALN)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top