SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Ciri-ciri Bayi Dehidrasi yang Perlu Orang Tua Waspadai

Bagikan:

AshefaNews – Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan banyak cairan daripada cairan yang masuk. Kondisi yang satu ini paling sering dialami oleh bayi karena berat badannya yang masih rendah dan laju metabolismenya pun cukup tinggi. Oleh sebab inilah yang membuat bayi menjadi lebih sensitif jika kehilangan cairan, sekalipun jumlahnya sedikit.

Namun, ketika kebutuhan cairan harian si bayi tidak terpenuhi, maka Anda akan menemukan tanda dehidrasi pada bayi Anda. Apalagi jika tingkat bahaya bayi dehidrasi bisa saja ringan dan sedang sehingga masih mudah ditangani, tetapi jika parah bahkan sampai bisa mengancam nyawa si bayi.

Jadi, kewaspadaan harus tetap menjadi prioritas dalam menjaga kesehatan bayi. Lalu, apa saja ciri-ciri bayi dehidrasi? Yuk, simak terus penjelasan lengkapnya dibawah!

Ciri-ciri Bayi Dehidrasi

1. Terlalu banyak tidur

Pertama jika bayi Anda terlalu sering banyak tidur, Anda jangan senang dulu jika bayi Anda tampak tenang. Karena bisa jadi, hal tersebut justru merupakan suatu pertanda bahwa bayi Anda mengalami gangguan kesehatan tertentu.

Umumnya, jika bayi sudah kena dehidrasi maka ia akan menjadi kurang aktif. Pasalnya, si kecil tampak lemas, lesu dan mudah mengantuk, sehingga hal tersebutlah yang menyebabkan ia lebih sering tidur.

2. Mulut kering

Jika mulut si kecil kering itu tandanya ia dehidras, Ingat! Bayi yang kekurangan asupan cairan tubuh akan mengakibatkan kulit dan mulut lebih kering. Maka kondisi tersebut membuat area mulut menjadi kering dan akhirnya membuat bibir bayi menjadi pecah-pecah. Jika dibiarkan, hal tersebut akan membuat bibir terasa perih sehingga menyebabkan luka dan berdarah.

3. Perhatikan ubun-ubun besar

Selain itu, pada perkembangan bayi dan anak dari 2 tahun maka ubun-ubunnya besar sehingga belum tertutup sempurna. Oleh sebab itu, tanda dehidrasi pada bayi dan anak balita bisa terlihat jelas dari ubun-ubunnya yang besar.

Namun, pada dehidrasi ringan, bentuk ubun-ubun besar anak masih tampak normal. Sedangkan pada dehidrasi sedang ubun-ubun besar mulai tampak lebih cekung dan semakin mencekung bila dehidrasi anak sudah berat.

4. Perhatikan air matanya dan selaput lendir 

Selanjutnya, Anda bisa perhatikan air matanya dan selaput lendir. Air mata sendiri merupakan salah satu indikator jumlah cairan dalam tubuh. Jadi jika si kecil menangis dan masih mengeluarkan air mata maka gejala dehidrasi tersebut masih ringan.

Tetapi ketika air mata sudah tidak ada, hal tersebut masuk dalam kategori dehidrasi ringan. Namun, apabila air mata si kecil sudah mengering maka ia sudah berada di tingkat dehidrasi berat.

Sedangkan untuk selaput lendir itu bisa dilihat dari mulut. Jika mulut si kecil masih lembab itu merupakan suatu tanda dehidrasi ringan. Tapi apabila sudah mengalami dehidrasi sedang hingga berat, mulut akan terlihat kering dan akan semakin terlihat kering.

5. Perhatikan produksi urine bayi

Anda bisa memperhatikan produksi urine, salah satu tanda dehidrasi ringan adalah air seni pada si kecil maupun anak akan terlihat berwarna kuning dan hal tersebut ia masih sering buang air kecil.

Namun, apabila sudah masuk ke tingkat dehidrasi sedang hingga parah, maka si kecil dan anak sudah jarang buang air kecil. Ditambah lagi dengan warna urine yang semakin kuning gelap.

Satu hal yang perlu Anda perhatikan pada gejala dehidrasi parah pada bayi dan anak yaitu ia sudah tidak lagi buang air kecil.

6. Perhatikan pola pernapasan dan hitung nadi si kecil dan anak

Yang terakhir yaitu perhatikan pola pernapasan dan denyut nadinya karena hal tersebut juga menjadi indikator untuk mengenali suatu gejala dehidrasi pada si kecil dan anak.

Jika Anda mendapati pola napas dan denyut nadi masih normal yaitu di bawah 120 kali per menit, maka hal tersebut masih gejala dehidrasi ringan.

Namun, jika sudah masuk ke dehidrasi sedang hingga berat, napas si kecil mulai dalam dan denyut nadi pun semakin cepat dan lemah.

7. Tanda-tanda lainnya

Tanda-tanda dehidrasi biasanya tidak akan muncul secara tunggal, itulah sebabnya mengapa penting untuk Anda mengamati kondisi si kecil secara keseluruhan, seperti :

Tanda dehidrasi ringan dan sedang

Kenapa dikategorikan tanda dehidrasi ringan dan sedang? karena jika bayi mengalami kondisi berikut:

  • Lesu dan lemah hingga mengantuk.
  • Si kecil menangis tidak mengeluarkan air mata.
  • Urine bayi tampak berwarna kuning gelap.
  • Bayi terlalu sensitif hingga rewel terus.
  • Sering haus/menyusu.
  • Popok kering meskipun sudah dipakai selama 6 jam.

Tanda dehidrasi parah

Menurut sebuah riset, tanda bayi dehidrasi berat akan membuat bayi mengalami :

  • Kulit menjadi tidak elastis, hal ini ditandai jika setelah dicubit perlahan kulitnya tidak segera kembali ke bentuk seperti semula.
  • Ubun-ubun dan mata tampak lebih cekung.
  • Kaki dan tangan terasa dingin dan berubah warna.
  • Tubuh pucat.
  • Jarang buang air kecil atau 1 hingga 2 kali dalam sehari (oliguria).
  • Napas cepat dan pendek.
  • Tekanan darah menurun.

Cara mengatasi bayi dehidrasi

Berikut beberapa cara untuk mengatasi bayi dehidrasi diantaranya adalah ;

1. Berikan minuman oralit

Jika bayi Anda mengalami seperti muntah, demam dan diare atau keringat yang berlebih. Anda bisa berikan minuman oralit sekitar satu sendok teh oralit setiap 1-2 menit dalam waktu 1 jam lamanya.

Dan jangan berikan bayi jus buah terutama pada bayi yang mengalami dehidrasi karena muntah-muntah dan diare.

2. Berikan bayi banyak cairan

Selain itu Anda bisa memberikan banyak ASI pada si kecil. Namun, apabila ada tambahan seperti susu formula, bisa Anda berikan kapanpun ia mau. Tetapi perlu Anda ingat! Jangan encerkan susu formula dengan banyak air, karena lebih baik jika Anda memberikannya beberapa teguk air putih untuk membuatnya terhidrasi.

3. Berikan makanan yang banyak mengandung air

Selanjutnya agar si kecil terhindar dari dehidrasi, Anda bisa memberikannya makanan yang memiliki kadar air seperti buah dan sayuran. Karena kandungan air dalam makanan juga dibutuhkan untuk menggantikan jumlah asupan cairan dalam tubuh, Seperti buah melon, semangka, anggur, tomat dan lain sebagainya.

Namun, untuk dehidrasi yang parah anda bisa langsung membawanya ke dokter agar segera untuk ditangani.

Kesimpulan

Itulah beberapa ciri-ciri bayi dehidrasi yang perlu diwaspadai oleh orang tua. Untuk Anda jika sudah menemukan ciri-ciri yang diatas pada bayi Anda, pastikan untuk segera ditangani dengan cepat! Jangan dianggap sepele, karena hal tersebut bisa mengancam keselamatan buah hati Anda! Semoga artikel ini bermanfaat.

(FR – ALIA)

Scroll to Top