SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Tips Menjaga Tekanan Darah Tetap Normal Menginjak Usia Lanjut

Bagikan:

AshefaNews – Tekanan darah normal pada setiap orang berbeda-beda, tergantung dari segi usia dan beberapa faktor kesehatan tubuh. Semakin tinggi usia seseorang semakin tinggi pula kisaran tekanan darah normal untuknya. Tekanan darah berfungsi untuk mengetahui seberapa kuat jantung anda memompa darah ke seluruh tubuh. 

Dalam membaca tekanan darah pun ada caranya. Contohnya saja 120/70 mmHg. Angka 120 menunjukan sistolik sedangkan angka 70 menunjukan diastolik. Sistolik adalah tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan diastolik adalah tekanan saat otot jantung berelaksasi sebelum pada akhirnya memompa darah kembali. Maksud berelaksasi disini bisa diartikan dengan istirahat sejenak atau merilekskan otot jantung setelah mengalami ketegangan. 

Tekanan Darah Normal  Berdasarkan Usia

Anak-Anak

Meskipun disebut anak-anak, namun tekanan darah setiap anak berbeda-beda. Untuk anak-anak dengan usia prasekolah dibawah 6 tahun yakni 3-5 tahun mempunyai tekanan sistolik sebesar 95-110 mmHg dan tekanan diastolik sebesar 56-70 mmHg. Sedangkan untuk anak-anak dari usia sekolah 6-13 tahun mempunyai tekanan darah sistolik sebesar 97-112 dan diastolik sebesar 57-71 mmHg. 

Remaja

Usia remaja adalah sekitar 13-18 tahun. Pada usia ini tekanan sistolik normal berkisar pada angka 112-1128 mmHg dan diastolik berkisar pada angka 66-80 mmHg. Tekanan darah pada remaja bisa berubah-ubah tergantung pada waktu kapan melakukan pengukuran tekanan darah, jenis kelamin pun mempengaruhi hasil dari pengukuran tersebut, begitu pun halnya dengan tinggi dan berat badan. 

 Dewasa

Secara umum dewasa merujuk pada mereka yang usianya di atas 18 tahun. Namun menurut WHO dewasa awal dimulai dari usia 26 tahun sampai 35 tahun, sedangkan dewasa akhir dimulai dari usia 36 – 45 tahun. Sedangkan untuk usia 19 tahun sampai 25 tahun masuk dalam kategori remaja akhir. 

Tekanan darah normal untuk orang dewasa secara umum berkisar diatas angka 90/60 mmHG sampai dengan 120/80 mmHg. Tekanan darah normal pada usia dewasa sangat variatif tergantung seberapa besar aktivitas yang dilakukannya. Sementara untuk ibu hamil yang mengalami perubahan hormon tekanan darahnya jauh lebih rendah. Jika seorang ibu hamil memiliki tekanan darah 120/80 mmHg sebaiknya berhati-hati, karena kemungkinan resiko preeklamsia tinggi. Preeklamsia adalah suatu kondisi dimana tekanan darah berada di sekitar 120 ke atas dan hal itu terjadi karena kandungan protein yang berlebih yang terdapat di dalam urine pada kehamilan 20 minggu ke atas. Bila tidak diatasi hal ini akan sangat membahayakan ibu dan janin. 

Usia Lanjut

Pada lansia tekanan darah cenderung jauh lebih tinggi namun tidak lebih dari 150/90 mmHg. hal ini terjadi karena pembuluh darah pada lansia tidak lagi seperti remaja atau dewasa, tetapi jauh lebih kaku. Sehingga jantung pun memerlukan usaha lebih keras untuk memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. 

Penyakit Tekanan Darah 

Hipertensi 

Penyakit ini sangat sering menyerang lansia. 90% lansia di Indonesia berisiko mengalami hipertensi. Hipertensi sendiri terjadi saat tekanan sistolik ada di atas angka 130 mmHg sedangkan untuk diastolik ada di atas angka  80 mmHg. Hipertensi juga terbagi atas dua tipe yakni, primer dan sekunder. Hal yang anda waspadai adalah apabila seseorang dari kenalan atau sanak saudara bahkan anda sendiri menderita hipertensi primer. Berbeda dengan hipertensi sekunder yang merupakan awal penyakit keras seperti jantung dan gagal ginjal. Hipertensi primer tidak diketahui faktor apa yang menyebabkan hal tersebut. 

Tahukah anda bahwa hipertensi dijuluki sebagai the silent killer? hal tersebut terjadi karena hipertensi bisa membunuh seseorang secara diam-diam. Tidak melalui gejala yang nampak jelas seperti penyakit pada umumnya. Gejala hipertensi hampir tidak terlihat kecuali melakukan pengukuran tekanan darah lewat tensimeter. Jika kondisi pasien lumayan parah, pasien akan dianjurkan juga untuk meminum obat antihipertensi. 

Adapun beberapa cara agar anda terhindar dari penyakit hipertensi adalah; melakukan olahraga rutin, menjaga berat badan agar tetap ideal, konsumsi makanan sehat, mampu mengelola stres akibat tekanan eksternal. 

Hipotensi

Berbeda dengan hipertensi, yakni tekanan darah tinggi. Hipotensi adalah tekanan darah rendah. Pada manusia yang memiliki tekanan darah normal selalu berkisar di atas 80/60 mmHg. Di bawah ini adalah beberapa contoh penyakit dan keadaan yang berawal dari hipotensi:

  • Kehamilan
  • Dehidrasi
  • Infeksi
  • Kurang Nutrisi
  • Penyakit Jantung, 

Selain beberapa hal di atas, hipotensi bisa terjadi pada anak-anak apabila terlalu lama berdiri. Karena darah akan semakin lama menumpuk di kaki. Kondisi ini disebut dengan neural mediated hypotension atau NMH. 

Gejala hipotensi pun sangat beragam. Namun, penderita hipotensi sering merasakan pusing, mual, lemas, sulit berkonsentrasi, linglung, sesak nafas bahkan sampai pingsan jika memang sudah terlampau parah. 

Tips Menjaga Tekanan Darah 

Menginjak usia lansia, beberapa orang mungkin akan kesulitan melakukan berbagai aktivitas seperti saat muda dulu. Namun, hal tersebut bisa diatasi apabila anda sudah menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Tidak ada yang salah dalam memeriksa kesehatan sedini mungkin, sehingga anda dapat mengetahui gejala awal suatu penyakit dan dapat memikirkan langkah selanjutnya dengan hati-hati dan tepat. 

Dibawah ini adalah beberapa cara yang dapat anda terapkan untuk hidup anda agar menjadi lebih sehat. 

Rutin Berolahraga

Olahraga adalah hal yang paling utama dalam menjaga kesehatan tubuh. Selain membantu anda untuk memiliki tubuh ideal, olahraga juga dapat membantu anda untuk berpikir positif. Anda dapat melakukan senam ringan atau yoga. Jika anda menyukai olahraga air, anda bisa berenang di kolam renang umum atau sesekali ke pantai untuk melakukan snorkeling. 

Hindari Memakan Makanan Terlalu Pedas, Asin dan Manis

Tidak ada salahnya jika menyukai makanan pedas, asin ataupun manis. Namun jangan terlalu berlebihan dan terlalu kuat rasanya. Karena ketiga rasa itu bisa jadi pemicu munculnya penyakit lambung, gagal ginjal dan diabetes. 

Kurangi Kafein

Mengkonsumsi minuman berkafein sesekali memang tidak ada salahnya. Karena kopi pun berkhasiat untuk meredakan stres dan menenangkan pikiran.  

Tidak Merokok

Tidak ada hal yang baik dalam aktivitas merokok. Baik jika anda sebagai perokok aktif atau pasif. Keduanya sama-sama merugikan diri sendiri. Asap rokok yang mengendap di paru-paru kelak akan menghitam dan membuat paru-paru anda rusak. Memang tidak langsung terlihat efeknya. Tetapi ketika memasuki usia senja, bisa saja penyakit mulai berdatangan. 

Menjauhkan Diri Dari Obat-Obatan dan Minuman Keras

Kedua aktifitas ini biasanya dilakukan remaja karena ingin dianggap gaul. Padahal menjadi gaul pun tidak harus dengan menyiksa diri dan merusak masa depan diri sendiri. 

Istirahat Yang Cukup   

Tidur merupakan hal terpenting dalam hidup manusia setelah makan. Orang dewasa harus tidur malam minimal 8 jam sehari. Meskipun mungkin ada beberapa pekerjaan yang tidak dapat ditunda pada malam hari, namun bukan berarti harus dikerjakan sampai dini hari. 

Makan Dengan Teratur

Tidak ada manusia yang mampu menahan rasa laparnya. Untuk itulah makan adalah salah satu kebutuhan pokok yang harus anda perhatikan. Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai makan pun dilupakan. Meskipun anda berkata “tidak akan mati meskipun tidak makan seharian” namun hal tersebut terdengar sangat konyol. Manusia adalah makhluk hidup dan jika ingin bertahan hidup maka anda harus makan dengan tepat waktu dan teratur.

(GE – RNY)

Scroll to Top