SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Tips Sharing dengan Rekan Kerja yang Baik

Bagikan:

AshefaNews – Dalam menghadapi masalah ada cara tersendiri untuk memecahkannya. Seperti halnya permasalahan yang sering terjadi di bidang pekerjaan. Berhubung masalah tidak dapat dipecahkan sendiri, tidak ada salahnya untuk sharing dengan rekan kerja. Hal ini bisa membangun rasa nyaman pada lingkungan kerja, sehingga bisa semakin akrab dengan orang-orang yang ada dilingkungan tersebut. Namun, untuk berbagi cerita dilingkungan kerja tidak bisa sembarangan. 

Tetaplah berhati hati saat berbicara dengan karyawan lain. Berikut ini Tips Sharing dengan rekan kerja yang baik dan tidak berdampak buruk.

Waktu terbaik untuk Sharing dengan Rekan Kerja

Waktu terbaik untuk sharing dengan rekan kerja adalah saat makan siang atau setelah bekerja. Hal ini karena, orang umumnya lebih santai dan terbuka selama waktu-waktu ini, dan mereka cenderung ingin mengobrol.

Jika memiliki sesuatu yang penting untuk didiskusikan dengan rekan kerja, sebaiknya jadwalkan rapat selama salah satu kerangka waktu ini. Dengan begitu, dapat yakin bahwa kamu akan mendapatkan perhatian penuh dari mereka dan mereka tidak akan terburu-buru.

Tips Sharing dengan Rekan Kerja yang Baik

1. Jangan Asal Sharing

Apabila topik yang akan di bicarakan mendatangkan manfaat untuk orang lain, maka langsung sampaikan tanpa memikirkannya. Sedangkan hal yang mau di bicarakan belum jelas dan kebenarannya sebaiknya di pertimbangkan lagi. Sebelum sharing dengan partner di kantor sebaiknya Anda mencoba sebagai pendengar. Pertimbangankan hal yang di sampaikan apakah pantas atau tidak? Cara ini bisa membantu Anda terhindar dari sharing yang berlebihan.

2. Pekalah dalam Melihat Situasi dan Kondisi.

Pastinya saat Anda mau sharing harus menganalisa situasi di sekitar. Jangan sampai salah menempatkan informasi yang di sampaikan. Usahakan ketika berdiskusi dalam memberi solusi tidak keluar dari topik yang sedang di bahas. Saat berdiskusi tetap berfikiran jernih, jangan egois dan menganggap solusi yang Anda berikan yang paling benar. Meskipun solusi yang Anda berikan benar tetaplah menghargai pendapat orang lain.

3. Menjaga Tutur Bahasa Dalam Menggunakan Sosial Media

Kekuatan sosial media untuk memperoleh informasi sangat berpengaruh, banyak berbagai informasi yang bisa di dapatkan dengan cepat dan tersebar.” The Power Social Media”. Jangan sampai Anda terjebak dengan populernya penggunaan sosial media sehingga Anda tidak mempertimbangkan apa yang akan terjadi ketika mengumbar percakapan dan informasi pribadi Anda. Secepat kilat entah hari ini atau lusa pasti tersebar melalui kekuatan sosial media.

Oelh karena itu Anda harus menjaga gaya bahasa Anda saat menggunakan sosial media. Hindarilah hal-hal yang bisa merugikan Anda hanya karena status atau cuitan di sosial media.

4. Tanamkan Sikap Fleksibel dan Lugas dalam Situasi Apapun.

Saat Anda masuk dalam lingkungan kerja usahakan tidak terlalu kaku atau diam saat berkumpul dengan banyak orang. Anda harus lebih fleksibel dan lugas. Beranilah berbicara ketika teman Anda yang berlebihan saat bicara secara baik-baik. Tanpa menggunakan emosi maupun berbicara dengan nada tinggi. Begitu pun sebaliknya jika teman Anda menegur terimalah dengan sikap lugas. Hal ini untuk menghindari percakapan maupun sharing yang keluar dari topik pembahasan.

Jangan terlalu kaku dalam bekerja, terlebih lagi saat Anda harus berhadapan dengan banyak orang. Anda harus bisa lebih fleksibel, juga lugas. Dan saat Anda atau teman berbicara secara berlebihan, sebaiknya salah satu dari Anda bersedia untuk menegur secara baik-baik.

Anda yang ditegur pun harus bersikap lugas, tanpa harus emosi dan marah-marah. Ini untuk membatasi percakapan atau sesi sharing agar tidak keluar dari tema pembahasan. Cara ini memiliki efek yang baik. 

5. Mengembalikan Pembicaraan Pada Topik Awal.

Saat Anda menemukan sharing yang berlebihan sampai keluar dari topik yang di bicarakan, maka waktunya Anda mengembalikan Pembicaraan ke topik awal. Sehingga patner Anda sadar jika topik yang di bahas sudah di luar topik yang diskusikan. Anda jangan khawatir tidak bisa berpartisipasi untuk memberikan solusi atau pendapat yang di bahas.

Nah, itulah cara sharing yang benar dengan patner. Lebih baik mencegah daripada nanti menyesal. Jagalah tutur bahasa ketika sedang sharing dengan patner tanpa harus saling menyakiti maupun dengan emosi. Jangan sampai berlebihan hingga berdampak buruk bagi karir Anda. Sharing dengan cara yang tepat sehingga hal positif yang di peroleh selama berkarir.

Manfaat menyampaikan keluhan di tempat kerja

Ketika menyimpan masalah untuk diri sendiri, mereka membusuk dan tumbuh. Tetapi ketika Anda mengungkapkan keluhan, maka mengizinkannya untuk diceritakan kepada orang lain, diperdebatkan, dan mudah-mudahan diselesaikan. Melakukan hal itu dapat membantu merasa lebih baik dan bahkan dapat meningkatkan hubungan kerja.

Tentu saja, ada juga beberapa kekurangan dalam menyampaikan keluhan di tempat kerja. Untuk satu hal, akan sulit untuk berbicara jika tidak terbiasa melakukannya. Dan bahkan akan sulit untuk mengumpulkan keberanian angkat bicara, tidak ada jaminan bahwa atasan akan mendengarkan atau segalanya akan berubah.

Namun, terlepas dari potensi kerugian ini, ada beberapa keuntungan yang jelas untuk menyampaikan keluhan di tempat kerja. Berikut adalah beberapa yang paling signifikan:

1. Ini Dapat Membantu Melepaskan Kebencian

Jika memendam kebencian terhadap kolega atau atasan, maka bisa menggerogoti dan membuat Anda sulit untuk fokus pada pekerjaan. Cobalah untuk melepaskan sebagian dari ketegangan yang menumpuk itu dan mudah-mudahan menemukan penyelesaian. Meskipun tidak ada yang berubah akibat percakapan tersebut, mengungkapkan diri sendiri dapat membantu merasa lebih baik dan melanjutkan hidup.

2. Dapat Membantu Memperkuat Hubungan dengan Bos

Bos kemungkinan besar akan menghargainya jika keluhan tersebut datang kepada mereka, dengan keprihatinan atau saran daripada menyimpan semuanya di dalam. Ini menunjukkan bahwa kamau bekerja dengan sungguh-sungguh. Hubungan yang kuat dengan atasan juga dapat membuat mereka lebih mendengarkan kekhawatiran dan menanggapinya dengan serius.

3. Dapat Membantu Mengatasi Masalah Sebelum Menjadi Masalah yang Lebih Besar

Jika dirasa memiliki masalah dengan cara melakukan sesuatu di tempat kerja, sebaiknya atasi lebih cepat daripada nanti. Jangan menunggu terlalu lama, masalahnya mungkin menjadi mengakar dan jauh lebih sulit untuk dipecahkan. Ungkapkan keluhan sejak awal, semoga dapat menghentikan masalah ini sejak awal sebelum menyebabkan masalah besar.

4. Dapat Mendorong Orang Lain untuk Berbicara

Jika Anda satu-satunya yang cukup berani untuk menyuarakan keprihatinan, mungkin mendapati diri sedang memikul banyak tanggung jawab. Tetapi jika hal ini di ungkapkan untuk angkat bicara, dapat mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Ini dapat membantu menciptakan budaya tempat kerja yang lebih terbuka dan jujur di mana masalah lebih mungkin untuk ditangani dengan cepat.

Cara memulai percakapan dengan rekan kerja

Mungkin sulit untuk mengetahui cara memulai percakapan dengan rekan kerja, terutama jika kamu tidak mengenalnya dengan baik. Namun, ada beberapa hal yang dapat di lakukan untuk membuat percakapan mengalir lebih lancar.

Pertama, cobalah untuk menemukan titik temu. Ini bisa menjadi sesuatu yang sederhana seperti berbicara tentang cuaca atau berita terbaru. Jika dapat menemukan sesuatu yang sama sama di minati, akan lebih mudah untuk melanjutkan percakapan.

Kedua, hindari topik kontroversial. Yang terbaik adalah tetap berpegang pada subjek yang aman dan tidak akan menimbulkan ketegangan atau kecanggungan. Dengan cara ini, bisa lebih mengenal satu sama lain tanpa harus khawatir menyinggung siapa pun.

Terakhir, bersikaplah tulus dan ramah. Menunjukkan minat untuk mengenal rekan kerja, akan membuat mereka merasa nyaman berbicara dengan kamu. Jadi santai, jadilah diri sendiri, dan nikmati percakapannya!

Semoga tips sharing kali ini bisa bermanfat untuk kamu yang belum terbiasa sharing dengan partner kerja, tips ini juga cocok banget buat kalian yang baru masuk kerjaan baru agar kalian bisa beradaptasi dengan teman kerja kamu.

(GE – SAN)

Scroll to Top