Biografi Airlangga Hartarto

Bagikan:

AshefaNews – Airlangga Hartarto adalah seorang tokoh yang terkenal di Indonesia sebagai pebisnis dan politisi. Ia lahir pada 15 November 1962 di Surabaya, Jawa Timur dari pasangan Soetjipto Hartarto dan Ratna Sari Dewi. Keluarganya tergolong kaya karena memiliki bisnis di bidang elektronik dan properti.

Airlangga menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1986. Setelah lulus, ia bergabung dengan perusahaan keluarga, yaitu PT Hartono Istana Teknologi (HIT) yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi barang elektronik. Airlangga dipercaya untuk memimpin beberapa divisi penting di HIT, dan pada tahun 1996, ia diangkat sebagai Presiden Direktur perusahaan tersebut.

Selain aktif di bisnis, Airlangga juga aktif di organisasi bisnis dan kemasyarakatan. Ia pernah menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) periode 2015-2020 dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) periode 2015-2020. Selain itu, ia juga aktif di beberapa organisasi sosial seperti Yayasan Cinta Anak Bangsa dan Yayasan Kesehatan Anak Indonesia.

Pada tahun 2009, Airlangga memulai karir politiknya dengan bergabung dengan Partai Golkar. Ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Pemilu 2009 dan terpilih kembali pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019. Pada tahun 2014, Airlangga diangkat sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo. Ia kemudian dilantik kembali sebagai Menteri Perindustrian pada Kabinet Indonesia Maju pada tahun 2019.

Sebagai Menteri Perindustrian, Airlangga memimpin berbagai program untuk mengembangkan industri manufaktur di Indonesia. Salah satu program unggulannya adalah Making Indonesia 4.0, sebuah program untuk mengembangkan industri 4.0 di Indonesia. Selain itu, ia juga memimpin berbagai program untuk meningkatkan daya saing industri Indonesia, termasuk program peningkatan kualitas sumber daya manusia dan program peningkatan ekspor.

Airlangga juga terkenal sebagai sosok yang pro-investasi dan pro-bisnis. Ia memperjuangkan berbagai kebijakan yang dianggap menguntungkan bagi dunia usaha, seperti pemangkasan birokrasi dan perizinan, penyederhanaan pajak, dan pengembangan infrastruktur.

Baca juga artikel edukasi lainnya untuk menambah wawasan Anda.

(GE)

Scroll to Top