SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Selama Hidup, Pele Dihujani Penghargaan

Bagikan:

AshefaNews, Jakarta – Edson Arantes do Nascimento atau Pele telah banyak mendapatkan kesuksesan selama menjalani karir sepakbola. Kehormatan dan penghargaan membayangi perjalanan karirnya yang mentereng.

Dilansir dari AFP, Jumat (30/12), dalam enam kesempatan, Pele telah mencetak lima gol dalam pertandingan yang sama. Pada 1964, dia membuat delapan gol ke gawang Botafogo dalam satu pertandingan

Pele pensiun pada 1977, setelah mengumpulkan 27 trofi tim, segudang penghargaan individu dan lainnya. Pada 1969 dia mencetak gol ke-1.000 dalam karirnya. 

Bahkan setelah gantung sepatu, Pele terus bersinar. Dia mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk hal-hal yang dekat dengan hatinya, seperti isu kemanusiaan. 

Dia bersama dengan UNICEF menorehkan Penghargaan Perdamaian Internasional 1978. Dia bersama Sylvester Stallone dan Michael Caine pada Victory 1981 menjadi aktor. 

Pele juga sempat memasuki dunia politik dengan menjabat sebagai Menteri Olahraga Brasil dari 1995 hingga 1998. Setelah itu menjadi duta besar PBB untuk ekologi dan lingkungan serta Goodwill Ambassador untuk UNESCO. 

Bahkan Pele yang meninggal pada Kamis (29/12), itu sempat mencatatkan namanya di Hall of Fame Sepak Bola Nasional Amerika Serikat pada 1993 dan dinobatkan sebagai Atlet Abad Ini oleh Komite Olimpiade Internasional pada 1999. 

FIFA menganugerahkan Ballon d’Or kehormatan pada 2014. Sepak bola tertinggi otoritas juga menunjuk Pele yang sama dengan Diego Maradona dari Argentina. 

Sekitar 45 tahun setelah Pele pensiun dari lapangan profesional, penghargaan semacam itu membantu mengukuhkan statusnya sebagai legenda. Sekarang, Pele pergi. O Rei sudah mati, Hidup Raja!. 

Pele, pemilik nama lengkap Edson Arantes do Nascimento lahir dari keluarga miskin di Tres Coracoes di tenggara Brasil pada 23 Oktober 1940. Karir sepakbolanya sudah bersinar sejak usia 17 tahun dengan memberikan hadiah untuk Tanah Airnya berupa tropi Piala Dunia. 

Pemenang tiga piala dunia untuk Brasil itu telah meninggal dunia pada Kamis (29/12). Selama enam dekade membangun karir pesepakbola profesional dia dimulainya saat berusia 15 tahun. 

Pada September 1956 dia sudah bermain untuk Santos, klub terkenal di Brasil. Debut pertamanya melawan FC Corinthians dan berhasil menyarangkan gol pertama. 

Setelah sukses di Santos, dua tahun kemudian Pele naik ke panggung sepakbola internasional. Dia terpilih menjadi salah satu skuad tim nasional Brasil pada 1958.

Saat berusia 17 tahun, Pele mencetak 100 gol di Brasil. Dia pun menjadi tumpuan Brasil di Piala Dunia 1958 Swedia. Remaja itu sempat dibangkucadangkan untuk tiga pertandingan fase grup Selecao. 

Tapi dengan dukungan rekan setimnya, Pele berada di starting 11 saat babak knock-out. Pele mencetak gol di perempat final, memberi Brasil kemenangan 1-0 atas Wales. 

Pada babak semifinal, ia mencetak tiga gol berturut-turut untuk mengalahkan Prancis. Dan di final melawan tuan rumah, Pele mencetak dua gol kritis lainnya saat Selecão mengalahkan Swedia 5-2 untuk membawa pulang tropi Piala Dunia.

(RM – Yana) 

Scroll to Top