SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Brajamusti Tolak Arema Bermain di DIY, Minta Usut Dulu Tragedi Kanjuruhan

Bagikan:

AshefaNews, Yogyakarta – Suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti turut menolak keinginan manajemen Arema FC berkandang di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul. Penolakan tersebut tidak lepas karena wujud solidaritas kepada Aremania yang belum mendapat titik terang penuntasan tragedi Kanjuruhan.

Diketahui, Arema tidak diperbolehkan menggunakan stadion di Malang, buntut tragedi Kanjuruhan yang menelan banyak korban jiwa. Arema harus memainkan laga kandang dengan jarak 250 kilometer dari Stadion Kanjuruhan, Malang.

“Belum sesuai apa yang teman-teman perjuangkan (penyelesaian tragedi Kanjuruhan). Kita sesama suporter dengan Aremania. Kami menolak untuk Arema berkandang di DIY,” kata Presiden Brajamusti, Muslich Burhanudin atau yang akrab disapa Thole, Kamis (5/1/2023).

Lebih lagi, pasca kejadian di Kanjuruhan Malang, saat ini suporter di DIY rekonsiliasi. Momen rekonsiliasi diharapkan tidak terganggu. 

“Mbok yo Arema klubnya duwe tepo seliro (Klub Arema harusnya punya tenggang rasa),” ujar Thole.

Brajamusti juga menaruh perhatian pada klub di Liga 3 termasuk Persiba Bantul yang notabene berkandang di SSA. Pasalnya, mereka merasakan imbas tragedi Kanjuruhan Malang, Liga 3 di DIY dihentikan. 

“Liga 3 itu sudah dipersiapkan, tiba-tiba gak jadi main. Kan kasihan klub Liga 3. Kok tiba-tiba satu klub yang menurut saya menjadi sumber permasalahan ini.  Kok tiba-tiba mau main di sini,” ungkap Thole.

Thole menyebut saat ini Brajamusti juga terus menjalin komunikasi dengan Aremania baik yang ada di Malang maupun di DIY. Termasuk para suporter yang ada di DIY. 

“Jangan di sini, DIY baru adem ayem, menikmati romantisme suporter. Jangan sampai ada kejadian lagi,” ujarnya.  

(GE – JR)

Scroll to Top