Tips Membuat Reklame yang Dibuat untuk Kepentingan Bisnis

Bagikan:

AshefaNews Dalam beriklan, reklame yang dibuat untuk kepentingan bisnis disebut reklame komersial. Reklame merupakan bentuk pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang dagangan dalam bentuk kalimat-kalimat menarik disertai gambar yang tujuannya adalah barang itu laku.

Reklame bisa dijumpai di beberapa area keramaian. Reklame dibedakan sesuai dengan tujuannya yaitu reklame komersial dan reklame non komersial. Reklame komersial merupakan reklame yang didesain dengan maksud agar bisa mendapatkan untung dari produk atau jasa yang ditawarkan kepada orang-orang. Jenis reklame itu sering difungsikan untuk kepentingan bisnis.

Apa Saja Ciri Reklame

Sebuah reklame yang dibuat biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Memanfaatkan gambar menarik : selain gambarnya yang menarik, ukurannya pun besar dan warna-warna mencolok sehingga orang pun tertarik untuk melihatnya. Gambar yang dipilih pastinya yang berhubungan dengan ciri khas layanan atau barang yang dijual.
  • Kata-kata singkat dan gampang dipahami : ketentuan tersebut mengingat reklame biasanya ditempatkan di tepi jalan ramai dengan lalu lalang orang. Dengan begitu orang yang lewat cuma bisa melihat cepat dan sekilas. Bila kata-kata yang digunakan kelewat panjang, tentu informasi yang hendak disampaikan boleh jadi tidak dimengerti. Orang yang melihat tentu sulit membacanya sampai selesai.
  • Informasi berupa fakta : informasi yang disampaikan merupakan fakta riil dari produk atau layanan yang sedang dikenalkan. 
  • Dijalankan berulang-ulang : karena tujuannya adalah menarik perhatian orang-orang, oleh karena itu reklame pun mesti dijalankan berkali-kali. Tujuannya agar makin banyak orang yang melihat reklame itu sehingga kemungkinan produk atau jasa laku pun makin besar.

Jenis Jenis Reklame

Saat berjalan-jalan, kita tentu bisa menjumpai reklame dengan mudah misalnya spanduk atau baliho yang terpasang di sepanjang jalan dengan ukuran yang besar-besar. Demikian pula ketika kita melihat televisi, mendengarkan radio, surfing di dunia maya, tentu berseliweran promosi atau iklan berbagai produk. Itu pun dapat pula dinamakan dengan reklame, yaitu reklame audio visual.

Reklame bisa dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Misalnya berdasarkan medianya, reklame dibagi menjadi tiga yaitu reklame audio, reklame visual, dan reklame audio visual :

  • Reklame audio : reklame ini dihadirkan dengan media suara. Media suara dapat dilakukan langsung atau tak langsung.
  • Reklame visual : reklame dengan gambar yang menarik. Reklame visual ada beberapa macam :
  • Poster :  yaitu reklame dengan gambar berbentuk obyek atau barang yang ditampilkan secara menarik.
  • Spanduk :  reklame visual berujud kata-kata dan gambar yang dibuat di atas kain memanjang. 
  • Plakat : berujud gambar di dalam bentuk barang dan jasa. Misalnya gambar huruf yang dicetak di kertas.
  • Etiket : reklame berujud nama dari suatu produk atau jasa. Etiket biasanya dilengkapi informasi lengkap dan menarik.
  • Leaflet : berujud gambar berbentuk barang atau obyek. Leaflet diisi gambar huruf yang tujuannya untuk keterangan lainnya.
  • Brosur : reklame visual yang cuma menggunakan huruf menjadi unsur terpentingnya.
  • Logo : berujud lambang atau simbol misalnya simbol perusahaan.
  • Papan nama : berujud gambar dan huruf lengkap dengan gambar logo.
  • Baliho : berupa gambar berbentuk barang atau obyek yang dilengkapi gambar huruf berukuran besar.
  • Reklame Audio Visual : merupakan jenis reklame yang menggunakan media suara sekaligus gambar yang menarik. Reklame jenis ini misalnya iklan yang ditampilkan videotron yaitu televisi berukuran besar yang di pasang di tempat umum. Iklan yang ditampilkan di televisi atau video di Youtube pun bisa dikategorikan sebagai reklame audio visual

Kesalahan Umum Ketika Membuat Reklame

Ada beberapa kesalahan klasik yang dilakukan pemilik bisnis ketika membuat iklan yang ternyata tidak berfungsi. dengan baik. Beberapa kesalahan umum itu adalah :

  • Produk : tidak ada penawaran unik. Sekarang pasar jenuh dengan jenis barang dan jasa yang sama. Seringkali, kualitas dan harga hampir identik. Mengapa pembeli harus memilih produk Anda? Anda harus memiliki proposisi penjualan yang unik. Jika tidak ada, pembeli kemungkinan akan lewat. Reklame harus menjelaskan dengan jelas bagaimana produk Anda berbeda dari produk sejenis lainnya. Ambil Domino’s Pizza sebagai contoh rantai pizza yang memberi tahu pelanggan, “Anda akan mendapatkan pizza segar dan panas dalam 30 menit atau gratis.” Mengapa iklan ini berhasil? Pembeli segera memahami apa yang diharapkan dari perusahaan, itu berisi jaminan dan dengan jelas menggambarkan kualitas produk dan kondisi pengiriman.
  • Menggunakan konsep lama : Ratusan ribu perusahaan lain melakukan iklan selain Anda. Mereka semua (dan mungkin Anda juga) mengatakan hal yang sama. “Produk kami berkualitas tinggi”, “makanan kami enak dan sehat”, “kami menggunakan bahan yang ramah lingkungan”. Sayangnya, otak konsumen merasakan informasi seperti white noise. Dia tidak menganggap serius klaim seperti itu. Alhasil, ternyata bisnis Anda tidak memiliki sesuatu yang unik di mata customer.
  • Konsumen. Apakah Anda mencoba menjual kepada semua orang? Ini adalah kesalahan umum yang dilakukan pemilik bisnis. Mereka percaya bahwa produk mereka bermanfaat bagi semua orang. Siapapun yang menjalani gaya hidup sehat. Semua wanita berusia 25 hingga 44 tahun. Semua pengendara. Ini tidak benar. Jika Anda menjual kepada semua orang, Anda tidak akan menjual kepada siapa pun.
  • Salah mengidentifikasi target pasar : Misalnya, Anda berpikir bahwa target pasar akan datang kepada Anda untuk membeli waralaba taman kanak-kanak, tetapi pada kenyataannya semua konsumen pada kenyataannya akan meminta saran dari Anda, sebagai ahli, untuk membuka taman kanak-kanak sendiri. Anda tidak akan mendapatkan satu penjualan pun (karena Anda mencoba menjual waralaba dan mereka menginginkan konsultasi.
  • Beberapa pesan dalam iklan : Sangat penting bahwa iklan Anda memiliki satu pesan yang jelas. “Buket untuk promosi untuk Rp.150Rb!” Semuanya, tidak ada lagi kata-kata. Jika Anda ingin menghemat uang dan pada saat yang sama mengatakan bahwa toko Anda juga menjual bunga dalam pot, mengatur pernikahan dan sebagainya maka iklan itu hanya akan membuang uang. Penting untuk merumuskan dengan jelas satu tawaran iklan dan menyampaikannya kepada konsumen.
  • Penampilan buruk : Paling sering, kualitas materi iklan yang rendah karena keinginan untuk menghemat anggaran. 
  • Sasaran kampanye iklan yang dipilih secara salah : Anda harus memahami dengan baik mengapa Anda memulai kampanye promosi. Seharusnya tidak menjadi sesuatu yang abstrak seperti “membuat iklan dan menunjukkannya di YouTube”. Kita membutuhkan tujuan yang nyata dan terukur. Selain itu, penting bagi Anda untuk menghitung ROMI (laba atas investasi dalam pemasaran) yaitu, bagaimana pengeluaran Anda untuk promosi pemasaran berkorelasi dengan pendapatan dari promosi ini. Rumus ROMI = (pendapatan iklan / pengeluaran pemasaran) x 100%. Jika Anda mengeluarkan biaya lebih banyak namun tak bisa mendatangkan pelanggan maka itu hanya buang-buang uang.

Tips Membuat Reklame yang Berhasil

Dalam periklanan, ada aturan yang jelas untuk membuat iklan “berfungsi” yang membuat pelanggan Anda ingin membeli produk atau layanan Anda. Buat kesalahan di dalamnya bahkan dengan 1 poin, dan uang yang anda investasikan dalam periklanan akan menghasilkan keuntungan kecil atau akan membawa kerugian. Berikut tips membuat reklame yang berhasil :

  • Satu iklan (pesan) harus mengiklankan Satu produk atau layanan : Bayangkan situasi berikut: Anda berbicara dengan lawan bicara dan dalam waktu yang sama Anda mencoba mendiskusikan 3 topik yang sama sekali berbeda dengannya: istirahat, pekerjaan, dan mobil, sambil melompat dari topik ke topik dan mengobrol pada saat yang sama. Akankah lawan bicara Anda mengerti apa yang ingin Anda sampaikan kepadanya, apakah dia akan merasa senang dengan hal itu. Efektivitas iklan akan berkurang beberapa kali dan bila mencoba mengiklankan beberapa layanan pada saat yang sama, pengiklan kehilangan pelanggan, karena perhatian orang itu tersebar, tata letaknya menjadi kurang terlihat dan spesifik.
  • Iklan harus memiliki judul : Judul adalah hal pertama yang diperhatikan pelanggan saat mereka melihat iklan. Judul harus menarik perhatian dan minat customer. Judul harus besar dan menonjol di antara teks pesan iklan lainnya.  Tidak disarankan untuk mencantumkan nama perusahaan alih-alih judul, misalnya: OASIS LLC atau NIP RGZA No. 1, karena itu tidak menyampaikan makna langsung dari iklan dan tidak menarik minat customer.
  • Iklan yang efektif harus memiliki gambar : Tentunya Anda dapat memperhatikan bahwa ketika membuka majalah, koran atau buku, menonton video, seseorang pertama-tama memperhatikan gambar dan baru kemudian ke teks. Oleh karena itu, gambar harus ada dalam iklan yang efektif. Gambar ini harus dikaitkan oleh customer dengan produk atau layanan Anda, memecahkan dan / atau menunjukkan masalah apa pun yang dimiliki klien, yang solusinya dapat berupa produk Anda.

(GE – HKM)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top