SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Habiskan Dana 100 Miliyar, Inoac Dirikan Pabrik ke 3 di Kawasan Tangerang

Bagikan:

AshefaNews, Tangerang – Meski beberapa pabrik besar hengkang dari wilayah Tangerang ke Jawa Tengah. Hal itu tidak menyurutkan perusahaan asal Jepang yakni Inoac berani berinvestasi di wilayah berjuluk kota seribu industri, dikawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Pada Senin (19/12). 

Pabrik barunya ini, diketahui menghabiskan nilai investasi lebih dari Rp100 miliar. Sebelumnya pabrik itu berada dikawasan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. 

“Luas pabrik 4,5 hektar dengan harga tanah di sini sekitar Rp2 juta per meter, dari tanah saja sudah sekitar Rp100 miliar,” ujar President Director PT Inoac Polytechno Indonesia, Fuziansyah Bachtar. 

Fuziansyah mengatakan, pabrik di komplek Cikupa Mas ini merupakan tempat produksi ketiga yang didirikan setelah sebelumnya ada di wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang dan Karawang.

“Meski pabrik kali ini luasnya lebih kecil bila dibanding di Pasar Kemis, tapi jumlah produksinya lumayan banyak 3.500 sampai 4.000 unit kasur busa dalam per hari,” katanya.

Pembukaan pabrik baru ini, sebagai upaya dalam memenuhi permintaan yang terus meningkat setiap tahunnya. Sementara itu, lanjutnya, Tangerang memiliki populasi yang cukup banyak, sehingga membuat pihaknya yakin adanya peningkatan konsumen di wilayah tersebut.

“Sebenarnya ini untuk kebutuhan domestik saja masih sangat kurang. Kami berani investasi di Tangerang, karena pasarnya ada dan di wilayah pulau Jawa ini peminat produk kami cukup besar, dan Tangerang lokasi strategis. Kami juga akan memenuhi pasar domestik lainnya, seperti ke Medan, Samarinda, Makassar, dan beberapa kota besar lainnya,” jelas Fuziansyah.

Menurut Fuziansyah, pabrik yang berdiri saat ini didesain lebih ramah lingkungan, dengan memaksimalkan lahan yang semakin terbatas, serta pengaturan sirkulasi udara di dalam ruangan. 

“Dengan menggunakan teknologi terbaru, kami ingin menghadirkan sekaligus membuat masyarakat Indonesia merasakan produk kasur busa yang berkualitas. Kami pakai teknologi kompresor, jadi memudahkan pengiriman juga ke berbagai wilayah,” ungkapnya.

Fuziansyah menambahkan, upah minimum provinsi (UMP) di Tangerang tidak menjadi penghalang pihaknya untuk berinvestasi di wilayah itu. Meski diakuinya, nilai UMP untuk kategori perusahaan kimia di atas dari ketetapan UMP umumnya.

“Kami produksi kasur, otomatis berhubungan dengan kimia, nilai UMP-nya pun beda dengan yang umumnya, kami lebih tinggi sedikit. Kami tidak masalah dengan UMP di Tangerang,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja mengatakan, realisasi investasi di di wilayahnya pada semester pertama 2022 mengalami peningkatan dengan total nilai mencapai Rp8,5 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pada semester pertama 2021 yang mencapai sebesar Rp6,0 triliun.

“Sektor yang paling banyak mendapatkan aliran penanaman modal ada di sektor perumahan, industri dan perkantoran,” kata Soma.

“Sedangkan jika dilihat berdasarkan jumlah proyek yang paling banyak ada di sektor perdagangan dan reparasi, dengan jumlah proyek sebanyak 785,” imbuhnya.

(RM – AP) 

Scroll to Top